Cerpen Kisah Dua Orang Bodoh


Cerpen Dua Orang Bodoh

Salam Hangat Dan Hormat

Berikut ini akan saya bagikan sebuah cerita pendek yang bisa menjadi pesan kita dalam menjaga hubungan satu sama lain. Kehidupan membuat manusia sebagai makhluk sosial. Saling berkaitan satu sama lain. Untuk menjaga hubungan sesama manusia terkadang kita harus menjadi Orang Yang Bodoh sebagai sebuah anggapan.

Dua Orang Bodoh

Karya: Halley kawistoro

Sungai menjadi salah satu tempat yang menarik untuk beraktivitas. Khususnya untuk kegiatan memancing. Saat itu ada dua orang pemuda yang bersahabat. Mereka teman sepermainan dari kecil dan mengenal satu sama lainnya.

Mereka bernama Budi dan Bani. Budi dan Bani adalah sahabat yang sangat pengertian satu sama lain. Belum pernah ada perselisihan antar mereka berdua. Tepian sungai menjadi tempat favorit mereka untuk memancing. Budi dan Bani sepakat dengan segala keterbatasan mereka saling melengkapi dalam segala hal.

Kesepatan pun terjadi Budi mendapat tugas untuk mencari umpan dan persiapan lainnya dalam memancing. Sedangkan, Bani dengan keahliannya mengikat tali pancing pada kail mendapat tugas yang memerlukan keterampilan khusus tersebut. Hari itu mereka pun pergi memancing.

Saat hari terik dan panas. Hampir setengah hari mereka berdua memancing. Belum ada seekorpun ikan yang didapat. Bani pun memutuskan untuk mencari tempat teduh dan bersantai. Sedangkan, Budi dipercayakan untuk menjaga pancing dengan harapan bersama untuk mendapatkan ikan.

Hari pun menjelang sore. Bani pun kembali ke tempat memancing untuk melihat keadaan sahabatnya.

“ada ikan yang kita dapat Bud” tanya bani pada budi.

“Lumayan selama kamu tidak ada ada 8 ekor ikan yang kita dapat." jawab budi.

Suasana pun menjadi hening. Terbayang dalam pikiran Bani ia akan membawa pulang ikan ke rumah. Tanpa harus merasa lelah. Senyum kecil di wajah Bani muncul. Sebaliknya senyum kecil juga muncul di wajah Budi. Ia berpikir tak akan memberitahu tentang kejadian sesungguhnya terhadap mata pancing. Ikan yang didapatkan saat itu semuanya dari pancing miliknya Bani.

“Budi bagaimana kalau kita bagi rata ikan tersebut. Dikarenakan aku tidak membantumu saat mendapatkan ikan. Kau beri saja aku 3 ekor ikan sedangkan 5 lainnya untukmu sahabatku” saran Bani kepada Budi.

“ wahhh.. usul yang bagus itu Bani. Jadi akupun tidak mempersalahkan tentang rasa lelah yang menderaku.” Jawab Budi dengan senyuman.

Mereka pun bersalaman dan membagi rata hasil ikan yang didapat dengan kesepakatan tersebut.

Tanpa banyak bicara sepanjang perjalanan pulang mereka berdua saling melempar senyuman satu sama lainnya.

Bani beranggapan bahwa temannya bodoh mau memancingkan ikan untuknya. Tanpa harus lelah ia bisa pulang dengan membawa ikan. Sebaliknya, Budi pun beranggapan temannya juga bodoh. Bahwa ikan yang didapat semuannya kepunyaan Bani. Kalau bani tahu maka tentu bagiannya akan lebih sedikit. Bahkan bisa jadi ia tidak akan pulang mendapat apa-apa.

Peristiwa tersebut berulang-ulang pada waktu lainnya dengan kesepakatan yang sama.

--- Selesai –
 
Dua Orang Bodoh oleh  halley kawistoro.
Pesan Cerpen

Cerita Pendek dua orang bodoh di atas membawa pesan positif untuk kita semua untuk menjaga hubungan antar sesama. Terutama hubungan baik sesama sahabat. Ungkapan bodoh adalah cara terbaik dengan diam tanpa bicara banyak terhadap sebuah masalah yang dihadapi. Ada baiknya kita tidak harus tahu akan segala hal. Menjalani setiap rutinitas secara biasa. Pikiran positif yang menjadikan kita sebagai orang yang cerdas.

Bodoh pada cerita diatas adalah ketidaktahuan akan semua informasi atau, kita harus merasa pura-pura tidak tahu akan semua hal. Cara tersebut sebagai solusi yang baik untuk menjaga hubungan dengan orang yang telah kita kenal terutama sahabat.

“ Pura-pura Merasa Tidak Tahu adalah Salah Satu Solusi dalam menjaga hubungan dengan sesama.”

Hormat Saya

Penulis

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerpen Kisah Dua Orang Bodoh"

Post a Comment

Berkomentarlah Sesuai dengan Artikel di atas. Jangan berkomentar yang mengandung SPAM, SARA, dan Pornografi.