loading...

Guru Sebagai Influencer Kepada Peserta Didiknya Di Tengah Pandemi Jelang New Normal

Salam Hangat Dan Hormat

Pandemi Covid 19 belum berakhir. Fluktuasi penyebaran virus berubah-ubah di setiap daerah di negeri kita Indonesia. Setelah PSBB Pembatasan Sosial Berskala Besar dei beberapa daerah yang dengan status Zona merah dilakukan. Pemerintah mengeluarkan gambaran rencana besar tentang cara yang juga menimbulkan perbedaan pendapat.

sebagai warganegara dan masyarakat. Apapun yang menjadi keputusan negara, mau tidak mau, suka tidak suka dan jika sudah menjadi sebuah ketetapan. Kita tentunya harus menjalankan. Tenaga medis yang saat ini terus berjuang dengan merawat pasien yang positif corona juga terluka perasaannya oleh beberapa informasi yang menunjukkan banyak masyarakat yang belum mematuhi protokoler tentang Covid 19.

Banyak yang berpergian tanpa menggunakan masker, berkerumunan tanpa menjaga jarak di tempat perbelanjaan atau beberapa lainnya nekat berpergian dari zona merah ke tempat lainnya tanpa peduli apa yang akan terjadi.

Hari ketiga setelah hari raya Idul fitri di Indonesia. ASN diperintahkan untuk kembali beraktivitas dan bertugas sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan pemerintah pusat dan daerah. Instruksi ini pun menyasar guru yang berstatus PNS/ASN.

Ada hal baik dari aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan daerah tentang Kehadiran pasca libur hari raya kali ini. Jika pemerintah jeli dan cermat atau Mas Nadiem selaku menteri pendidikan melihat. GURU bisa menjadi Influencer dalam mengurangi penyebaran Covid 19.
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan guru sebagai Influencer.
Guru Sebagai Influencer Kepada Peserta didiknya oleh: www.halleykawistoro.com


1. Memberikan Contoh Pentingnya penggunaan Masker dalam Beraktivitas
2.  Membiasakan Budaya hidup sehat dengan Mencuci Tangan.
3. Mengajak untuk pola hidup sehat.
4. Memberikan Informasi terkait Apa itu Covid 19/Virus Corona.

Poin pertama di atas merupakan sebuah keharusan yang dilakukan guru ketika New Normal di lakukan. Masker menjadi sebuah kebutuhan mendasar dalam beraktivitas di saat Pandemi Corona berlangsung. Namun, Untuk pendidikan sekolah dasar dan anak usia dini belum bisa diterapkan karena anak seusia tersebut belum bisa membedakan mana baik dan buruk. Jadi jika ada anak yang tidak mau bukan tidak mungkin sebaiknya untuk anak Usia dini jangan dulu kembali ke sekolah.

Poin kedua di atas menjadi aturan baru tentang pentingnya Hidup sehat. Tangan yang banyak mengalami interaksi dari sosial maupun pribadi di yakini bisa menyebabkan penularan corona. Jika tangan yang terkontaminasi virus memegang area wajah mata, hidung dan Mulut. Dengan memberikan contoh Budaya hidup sehat dan Kebiasaan mencuci tangan. Hal tersebut bisa menjadikan seorang guru sebagai influencer.

Poin ketiga hal di atas merupakan tingkatan lebih tinggi lagi saat seorang guru bisa mengajak peserta didiknya untuk hidup sehat. Banyak cara seperti kegiatan senam yang dilakukan sebagai pembiasaan diri di sekolah dan penyampaian informasi tentang apa itu pola hidup sehat itu sendiri.

Poin keempat saat seorang guru menjadi Influencer kepadsa peserta didiknya. Guru menjadi sumber informasi yang ditunggu oleh tiap peserta didiknya. Banyak peserta didik yang menganggap guru sebagai orang Tua kedua. Bukan tidak mungkin Informasi dari guru akan langsung diterima. terkait corona dan covid 19. Guru harus punya literasi tinggi dan memberikan Informasi yang tepat dan akurat terkait Corona virus.

Ayo buat rekan-rekan guru apapun yang terjadi kita pastinya siap dengan keputusan New Normal yang akan dilakukan oleh pemerintah. Namun, Kita juga harus terus memberikan pengaruh bahayanya anak di sekolah dasar dan Usia dini jika dipaksakan terus untuk ke sekolah saat wabah ini berlangsung.

Semoga pemerintah paham betul apa yang harus dilakukannya dalam dunia pendidikan. Kita sebagai guru siap meneruskan Informasi kepada peserta didik dan masyarakat untuk Indonesia lebih baik.

Terima Kasih
Jayalah Pendidikan Indonesia

Admin.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Guru Sebagai Influencer Kepada Peserta Didiknya Di Tengah Pandemi Jelang New Normal"

Post a Comment

Berkomentarlah Sesuai dengan Artikel di atas. Jangan berkomentar yang mengandung SPAM, SARA, dan Pornografi.