Memaknai Beragam REJEKI Yang Tidak Disyukuri Dalam Kehidupan: Pesan Dari Seorang Bapak Untuk Anaknya

Memaknai Beragam REJEKI Yang Tidak Disyukuri Dalam Kehidupan: "Pesan Dari Seorang Bapak Untuk Anaknya"

Bicara Soal Rejeki? Terbesit di dalam pikiran dan hati tentang segala sesuatu yang dimiliki dan semu keinginan yang terpenuhi. Sesekali dalam kehidupan ini kita sebagai manusia sering larut dalam kesedihan, kekecewaan dan hidup merasa kekurangan.

Tulisan ini bukan bermaksud menggurui, Namun sebagai sebuah Pesan atau pengingat kita sebagai sesama manusia. Bukankah sebagai sesama muslim kita bisa melakukan sebuah kebaikan dengan saling mengingatkan satu sama lain.

Sebagai pribadi yang belum sempurna. Kita semua meyakini bahwa terkadang hidup adalah ujian yang harus kita lewati satu persatu, tahap demi tahap. Tidak menjadi mutlak apa yang kita ketahui bisa sama dan dimengerti oleh orang lain. Cukuplah Tuhan Atau Allah Subhanallauhu Wata Ala sebagai pemilik hati ini yang memegang kendali. Kita hanya di suruh Hidup dan Menjalani.

Kembali ke Bahasan kita tentang REJEKI? Pernahkah kita menyadari seperti kajian-kajian dari para pemuka agama atau para cendikiawan yang sering kita dengan di banyak media sosial mengingatkan kita tentang Apa itu Rejeki dan kehidupan.

Rejeki dimulai saat Ruh kita mendapat jasad dan terlahir sebagai manusia. Makhluk hidup sama, Syukur pertama kali atas rejeki kita diciptakan sebagai seorang Manusia. Bukankah kita tidak bisa memilih? Coba kita di lahirkan atau tercipta sebagai makhluk lainnya. Mungkin Pesan seperti ini tidak akan terbaca oleh kita dengan Rejeki Manusia adalah AKAL dan sebagai Makhluk Yang berfikir. Pikir...dipikir... pikir dan dipikir ya. Manfaatkan akal yang diberikan oleh Allah Subhanallahu wata Ala dan Berucap Alhamdullilah.

Selanjutnya yang ingin saya sampaikan kepada diri dan anda semua adalah REJEKI Terkadang Tidak Kita Syukuri dalam Kehidupan ini. Kita sering larut dalam permasalahan yang sebenarnya sepele. Manusia terdahulu mungkin tidak sesibuk kita hari ini yang selalu mempertanyakan. Bagaimana tentang Esok Hari?

Dahulu manusia lebih sederhana dalam cara berfikir dan lebih banyak dalam berkehidupan. Sekarang saat ini. Kita lebih banyak dan rumit dari cara berfikir dan berharap lebih sempit dalam berkehidupan.

Seperti halnya kita seringkali mendapat pengetahuan yang banyak namun saat menerapkan ilmu tersebut kita lalai dan menggampangkannya.

Cukuplah beberapa Paragraf di atas sebagai pengantar tulisan ini? saya meyakini anda yang mau membaca tulisan ini sudah punya kapastian atau sudut pandang memahami Apa Itu Rejeki? dan Keingintahuan anda membaca tulisan ini sebagai bentuk Mencari Rejeki yaitu Menambah Pengetahuan dan Ilmu yang Bermanfaat.



Semoga bacaan ini bermanfaat.

Rejeki Yang TIDAK DISYUKURI

Rejeki identik dengan rasa syukur dalam banyak kajian kita sebagai umat Islam. Seperti dari HR. MUSLIM mengenai rejeki 

"Semua orang Beriman memandang semua Urusannya Baik, Apabila mendapat kenikmatan dia Bersyukur dan apabila mendapat Musibah dia akan bersabar".

Selanjutnya, Rejeki yang Tidak diyukuri adalah saat kita melupakan Nikmat Sebagai Umat Islam yaitu "IMAN" Iman menjadi sumber rejeki yang membuka pintu-pintu rejeki lainnya. Saat kita jauh dari IMAN maka kita semua akan lalai dan sibuk dengan urusan dunia.

Ada Nasehat dari Bapak saya tentang kalimat "BERPEGANG TEGUH PADA TALI ALLAH" Sebelumnya saya pun belum begitu memahami apa maksud  kalimat tersebut. Lalu sehubungan dengan bahasan tentang rejeki ada banyak hal yang berhubungan dan bersumber di kitab suci Al-Quran.

1. Rejeki Tentang Beriman seperti di ayat al quran Surah An-Nisa ayat 175 dalam artinya bahasa latinnya : Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia dari-Nya (surga), dan menunjukkan mereka jalan yang lurus kepada-Nya. 

ayat tersebut memberi pelajaran dan pesan tentang NIKMAT IMAN, Tali Allah yang dimaksud adalah AGAMA yang kita yakini dan imani. Agama islam membawa Rahmat dan karunia bagi kita yang meyakini untuk kita hidup pada jalan yang lurus dan dengan sebuah harapan mendapat ganjara Surga nantinya.

2. Rejeki tentang mengerjakan urusan agama dalam surah Al-HAjj ayat 77-78:

Wahai orang-orang yang beriman, Rukuk, sujud, dan sembahlah Tuhanmu, dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung. (77) 

Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilihmu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam urusan agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu, Ibrahim. Dia (Allah) telah menyebut kamu sebagai orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini, agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka tegakkanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan berpegangteguhlah kepada agama Allah. Dialah Pelindungmu, Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. (78)

Agama Islam Yang kita yakini dengan Ibadah sholatnya sebagai bentuk tiang agama. Kita di ingatkan tentang pentingnya ibadah sholat agar "BERUNTUNG".

Selanjutnya agama yang kita yakini untuk terus kita tegakkan dan yakinlah bahwa ALLAH Subhanallahu Wata Ala. Sebagai sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong.

3. Rejeki Tentang Bermasyarakat dan Berkehidupan Surah Ali Imran 102-105

Wahai orang-orang yang beriman, Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim. (102) 

Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah yang diberikan kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) saling bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya itu kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memperoleh petunjuk. (103) 

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (104) 

Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat, (105) – (Q.S Ali Imran: 102-105)

Rejeki kita sebagai seorang muslim dan kita semua punya harapan M4ti dalam Keadaan Muslim. Aminn. Selanjutnya, Tali ALLAH Subhanllahu Wata Ala yang menjadi pesan Bapak Ku sebagai nasehat untuk selalu bersyukur, Tidak bermusuhan, Bersaudara baik dengan saudara sendiri maupun siapapun. sehingga dengan rejeki tersebut kita memperoleh petunjuk. 

Kita sebagai bagian dari masyarakat dalam berkehidupan harus meyakini dan menerima jika ada orang, sahabat, siapapun dia yang menyeru tentang kebajikan atau kebaikan kita jangan ragu untuk menerimanya walaupun itu sebagai kritik atau kita berbeda pendapat. Semoga dengan kita menerimanya kita bagian dari Orang Yang beruntung dan menyukuri Rejeki tersebut.

Saat kita sama-sama belajar tentang agama Islam atau pun ilmu pengetahuan. Sebaiknya kita menghindari untuk berdebat atau berselisih. Kita harus menjadi oranng yang mau menginstrospeksi diri sendiri. Apapun perbedaan kita kembalikan kepada Allah Subhanallahu wata ala. 

Menghidari perdebatan soal agama karena semua sudah jelas. Saat kita diberi Rejeki IMAN maka tak ada yang bisa membuat kita bepecah belah. Saling mendoakan satu sama lain sehingga kita terhindar sebagi orang yang mendapat azab. Wallahu alam bihsawab.

Jadi dari beberapa HR. Muslim maupun Surah kitab suci Alquran sudah memberi pesan awal tentang rejeki itu sendiri kita bagai umat islam. Saat kita meyakini agama dan menjalankan syariatnya maka semua hal tentang Masalah dalam kehidupan bisa kita laluli dengan sebaik-baiknya karena kita semua akan mendapat petunjuk.

Konsep rejeki bukan hanya urusan apa yang kita miliki. Tapi apa yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan tujuan akhir kehidupan mendapatkan Karunia yaitu "SURGA".

Itulah sebuah pesan Bapak ku yang bernama DARMO kalau bahasa indonesia nya Darma atau kebaikan. Semoga pesan dari seorang bapak kepada anaknya ini. Terbaca oleh anda dan bisa menjadi kebaikan bagi bapakku saya sendiri selaku penulis.

Serta tak lupa kita semua mendapat petunjuk dalam kehidupan melalui agama dan ibadah yang kita tunaikan. Menjadi manusia yang bermanfaat satu sama lainnya. Memaknai Rejeki dimulai dari satu sudut pandang yang sama yaitu IMAN dan AGAMA. Sehingga apapun keadaan menjadi Rejeki bagi kita semuanya.

Terima kasih Bapak, Terimakasih kepada semua pembaca sebagai bentuk bagian dari  dukungan untuk saya pribadi. Semoga informasi yang saya bagikan bermanfaat.

Terima Kasih

Halley Kawistoro

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Memaknai Beragam REJEKI Yang Tidak Disyukuri Dalam Kehidupan: Pesan Dari Seorang Bapak Untuk Anaknya"

Post a Comment

Berkomentarlah Sesuai dengan Artikel di atas. Jangan berkomentar yang mengandung SPAM, SARA, dan Pornografi.