Puisi April Mengadu


Puisi April Mengadu

Salam Hangat dan Hormat
Momen apapun dan kapanpun menjadi sebuah catatan untuk dikenang dan diingat. Semuanya bukan untuk terus larut dalam masa lalu. Banyak hal yang dipelajari dari perjalanan waktu. Puisi berikut ini merupakan bagian catatan tentang peristiwa dan keadaan di bulan April.



April Mengadu
Oleh halley kawistoro
Semuanya terus berputar dan menggelinding
Saat dalam hening maupun dalam genting.
Semuanya terjadi mendadak
Saat dalam desak hingga membuat rusak

Ini tentang jalan yang harus ditempuh dengan derita sama
Untuk kebahagiaan sendiri
Ada udang bersembunyi
Ada ayam berkokok
Ada kucing minta dibelai
Ada ular yang melilit
Hingga domba terkejut dan tidak mau mengadu
Sedangkan domba sudah terbiasa di adu.

Ini tentang sebuah kisah
Untuk di pikirkan
Untuk di renungkan
Untuk menjadi himbauan
Tentang belajar kebersamaan
Tidak untuk mengecewakan.
Saat diri jadi pedoman
Maka yang lain akan menunjuk segan
Tanpa harus menjadi pahlawan
Ketika semua telah sesuai peranan.

April bercerita kesana kemari
Tentang sebuah hari
April Bercerita tentang rindu
Yang tak bisa lagi mengadu
Saat semau semuanya menjadi abu-abu
Karena APRIL MENGADU
Tentang sebuah waktu
Yang dipeluk mimpi, untuk ditepati
Sehingga terbentuk menjadi sebuah rasa
Bernama Rindu.
09/04/2019

Pesan Puisi
Setiap perjalanan peristiwa akan membentuk kejadian-kejadian. Bulan April 2019 ini punya banyak cerita. Cerita paling dinanti adalah pemilihan pemimpin Indonesia. Berbeda pilihan itu boleh. Yang tidak boleh adalah saat kita tidak punya dan tidak menentukan pilihan.

Kenapa April mengadu? Ya semuanya identic dengan bulan April yang memiliki lambing zodiac domba yang mudah sekali di adu. Puisi di atas gambaran dari peristiwa yang penulis alami di bulan April ini.

Jika anda membacanya sebagai sebuah cerita, selamat menikmati. Jika anda membacanya sebagai sebuah pesan dan dipahami. Terima kasih.

Jika anda belum mengerti teruslah berliterasi untuk mendapatkan sejuta makna tentang puisi. Semoga April tidak mengadu dan berubah menjadi sebuah kata bernama RINDU.
Hormat saya,

Penulis.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi April Mengadu"

Post a Comment

Berkomentarlah Sesuai dengan Artikel di atas. Jangan berkomentar yang mengandung SPAM, SARA, dan Pornografi.