Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Puisi Islami Berjudul Ramadan Ku Karya Halley Kawistoro

Puisi Berjudul Ramadan Ku, Karya Halley Kawistoro. Sumber Foto: Pixabay

HalleyKawistoro.com
- Selamat datang dan berkunjung ke blog saya. Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sebuah puisi dengan tema islami berjudul Ramadan Ku.

Semoga puisi karya saya ini dapat menjadi refernsi dan bagian literasi sobat semuanya yang telah mampir ke blog ini.

Selamat Membaca

Ramadan Ku

Oleh: Halley Kawistoro

Ramadan Ku kali ini

Suara masjid bergema saling menyahut memanggil Jamaah usai wabah kemarin

Suaranya tak seramai dulu, suara anak kecil yang meramaikan masjid menjelang buka puasa perlahan-lahan mulai tiada.

Tak Ada lagi teguran untuk suara TOA karena demi Kebhinekaan,

Mayoritas dipaksa mengalah dengan Sukarela.


Ramadan di Perkotaan Sana

Bisa saja lebih meriah dengan ramai canda tawa jelang berbuka, 

kumpul bersama tunjukkan eksistensi keberadaan mengaggungkan kata silahturahmi.

Setelah Perut terisi pakaian sudah mulai tak rapi, 

pulang pun membawa oleh-oleh rasa membenci atau berbangga diri. 

Karena sebagian terlupa untuk menunaikan salat magrib tadi.

Sesampainya di rumah, lembaran ayat suci tak terjamah tetap rapi. 

Sedangkan layar Hp dan smartphone terus dikaji kesana-kemari lihat apa yang terposting usai kumpul tadi.


Ramadan di pedesaan

Masih tetap tersisa sebuah keceriaan bulan penuh ampunan, saat tua muda bertadarus mengantri, memahami jati diri. Bahkan jika waktu boleh terhenti! 

Yang terdengar hanya bukan suara detik jam, 

melainkan lantunan ayat suci oleh mereka yang ingin bersihkan hati dan diri.


Engkau berada dimana saat bulan Ramadan Kali ini?

Ini bukan pilihan yang harus dipertanyakan. 

Ini adalah perintah dari ajaran dan keyakinan yang dipegang dan tergenggam sebagai Insan Islam.

Jika, Ramadan Kali dirimu masih Ragu tentang apa yang dituju. Cobalah untuk lakukan apa yang bisa dijalani. 

Dimulai dengan Menggenapi Kewajiban Rakaat, 17 Dalam Satu hari. 

Lalu melatih diri dengan niat, penuhi sahur dan jalani hari dengan mendiamkan diri dan menenangkan hati di saat lambung tak lagi terisi kurang lebih 1 sampai 12 Jam lamanya.

Jika sampai pada terbenamnya matahari dan mulut kita semua terjaga untuk tidak mencaci maki, hati bersih tanpa benci, raga letih tahu diri.

Maka nikmatilah apa yang tersaji, Diri memahami diri penuh rasa syukur dahaga dunia fana, walau cuma dengan seteguk air putih yang dinikmati.

Ku Terus berandai-andai dan berangan bahwa Ramadan ku dan Ramadan mu itu sama dengan secuil harapan, kita semua diganjar Surga.- end  /harapan dan catatan kecil di Tebo pada Ramadan 2024.


***

Semoga kita semua saudara-saudari sesama muslim yang punya banyak kisah tentang ramadan menjadi sebuah kenangan terus semangat dan termotivasi menjalani Ramadan tahun ini lebih baik.

Selain itu kita semua dapat menjadi kan momen bulan ramadan untuk menginstrospeksi diri secara lahiriah dan batiniah.

Terima kasih sudah berkunjung dan berliterasi. Semoga bermanfaat dan salam kenal untuk Anda semuanya.








Halley Kawistoro
Halley Kawistoro Seorang Tenaga Pengajar di Sekolah Menengah Pertama yang ingin menyalurkan kemampuan di bidang Menulis dan bermanfaat Bagi Orang Lain

Post a Comment for "Puisi Islami Berjudul Ramadan Ku Karya Halley Kawistoro"