Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Puisi Berjudul Bualan Sang Bintang


Puisi Berjudul Bualan Sang Bintang

Salam hangat dan Hormat.
pernahkah kalian melihat langit di atas sana. Pasti pernah ya. Ada cahaya yang berkerlap-kerlip dari langit tersebut. Bintang kita semua menyebutnya. Sebagai objek yang memancarkan cahaya. Bintang yang kita ketahui adalah matahari. 

Puisi Berikut adalah menggunakan Bintang sebagai topik dan bahan dalam pembuatan puisi berikut ini. Sdelamat Berliterasi.



Bualan Sang Bintang
Oleh: Halley Kawistoro

Terangnya baru tampak dan mulai menyengat
Diantara sesamanya.
Mulai berputar pada porosnya
Menuju masa depan yang bercahaya.

Ia telah lupa dan mulai menyebar kata-kata
Tentang yang Tak Pantas kepada Bintang lainnya
Di galaksi yang sama.

Mau juga ia jadi lubang hitam
Yang ingin membuat tenggelam
Serta mencari bintang untuk ditelan oleh padam.

Mau juga ia jadi penggerus
Karena bingung tentang yang diurus
Sekarang berubah berisik oleh Tubuh yang Tak lagi Kurus.

Dihitung mundur waktu cahaya yang hanya sejengkal
Seperti hanya beberapa tahun
Tentang ide yang ada di ubun-ubun
Lalu terhapus oleh rabun
Merasa memberi cahaya hijau
Sedangkan geraknya Tanpa akal
Bintang itu ia yang mukanya Tebal.

Menjalani putaran dirasa berabad-abad
Seperti Dukun meberi obat
Merasa diri paling mujarab
Lalu ketemu akrab
Sedangkan saat jauh kebiasaan masa lalunya hanya melekat khilaf
Bintang itu membawa luka yang dibuatnya sendiri
Oleh ambisi yang kesana-kesini
Seperti Terang yang inginnya membutakan Lintasan

Biarlah bintang itu mengorbit
Seperti buah yang masak diberi karbit.
Sampai ia menghilang terbirit-birit
Tanpa cahaya dari Bintang lainnya yang ia tumpangi.

Biarlah bintang itu mengorbit
Lalu menjerit sakit. Tahu tentang sesuatu yang rumit.
Karena berbeda cahaya warna bukan sebuah masalah
Untuk terus bercahaya pada lintasan masing masing
Tidak perlu menjadi pusing.
Atas semua kejadian di langit paling tinggi
Yang bukan menjadi urusanmu.

Jadilah bintang bukan menjadi buntang
Yang mengotori Susana damai
Karena kita semua masih berandai-andai.

------
Semoga puisi di atas dapat anda nikmati dengan pemahaman diri sendiri.

Hormat Saya 

Penulis.

Halley Kawistoro
Halley Kawistoro Seorang Tenaga Pengajar di Sekolah Menengah Pertama yang ingin menyalurkan kemampuan di bidang Menulis dan bermanfaat Bagi Orang Lain

Post a Comment for "Puisi Berjudul Bualan Sang Bintang"