loading...

Puisi Berjudul Memendam Sombong

Puisi Berjudul Memendam Sombong

Salam Hangat dan Hormat

Berikut ini sebuah puisi dengan judul Memendam Sombong. Sebuah puisi yang saya dedikasikan sebagai pengingat kita untuk menjadi manusia yang lebih baik. Sombong merupakan salah satu sifat manusia yang dimiliki kebanyakan orang bahkan menyeluruh. Selamat Membaca dan Berintrepretasi.



Memendam Sombong
Oleh : Halley Kawistoro

Walau Kita Tahu tentang sebuah peristiwa
berbuat sesuatu yang Tidak Tampak oleh orang lain
Berjalan dengan gagah dan menatap tajam
Suara hati sebagai pengingat jati diri
Masih Saja Berbicara "Aku"

merasa memindahkan gunung
dirasa melintasi samudera luas
menerima santapan pujian
Tak cukup mengenyangkan
Tanpa perut busung, tanpa wajah peluh
Sering berkata "Aku"

Terurai pada tiap langkah untuk sebuah momen sederhana
menikmati janji-janji yang tidak ditepati
paling bisa sendiri
padahal bersembunyi di balik bayangan orang lain
lalu muncul terdepan dan mengucap "Aku"

Kini digalilah liang-liang pada hati
tentang mengaburkan bayangan 
tentang memburamkan prestasi
tentang menghilangkan kebaikan
dipendam pada tiap-tiap waktu
untuk berkata "Aku Bukan Siapa-siapa"

Kita semua sering beriring lalu mencari posisi.
kering berdering mencari penyaring
tentang hati yang bersuara bising
lalu diam sunyi dalam hening.
karena kita semua harus bersama
memendam sombong yang muncul 
memendamnya dalam-dalam
menghilangkan taring dan menjadi sebuah tanda
bahwa "aku" hanya akan ada saat sendiri bukan bersama.

Pesan Puisi
Puisi di atas sebuah tanda manusia adalah makhluk yang sering dirayu dengan sebuah kata "sombong". Saat semua dirasa, Saat semua diyakini, bahwa yang terjadi terasa dilakukan oleh sebuah kata "AKU" yang mengaku-ngaku telah berbuat.

"AKU" sebagai simbol manusia sering melupakan manusia lainnya. Merasa paling sempurna, merasa paling hebat dan paling pintar. Sampai mengilangkan lainnya dalam sebuah perjalanan peristiwa dan waktu.

"memendam sombong" terpilih menjadi judul puisi ini sebagai pesan untuk kita bersama. Bahwa kita manusia adalah makhluk sosial dan saling melengkapi satu sama lainnya.

Hormat Saya,

Penulis.




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi Berjudul Memendam Sombong"

Post a Comment

Berkomentarlah Sesuai dengan Artikel di atas. Jangan berkomentar yang mengandung SPAM, SARA, dan Pornografi.